RINGKASAN METODE-METODE DAN ALAT-ALAT YANG DIPILIH UNTUK PERENCANAAN PENGEMBANGAN YANG BERKELANJUTAN
Ringkasan ini berisi tentang gambaran singkat tentang metode-metode dan alat-alat yang dapat di design dan diadaptasikan untuk perencanaan pengembangan yang berkelanjutan dan implementasinya dalam konteks lokal. Ada puluhan metode-metode dan alat-alat dalam perencanaan dan pelaksanaan. Ringkasan ini menekankan pilihan metode-metode tersebut, yang dimaksudkan untuk menyediakan pengguna Panduan Perencanaan Lokal Agenda 21 dengan instrumen-instrumen kunci yang dapat diaplikasikan untuk mencapai hasil perencanaan khusus yang berkelanjutan. Beberapa metode dan alat didesign untuk mencapai suatu bangunan kesadaran, kumpulan informasi, dan partisipasi penduduk. Yang lainnya berguna untuk pencapaian, setting skala prioritas, monitoring, dan evaluasi. Ringkasan ini terdiri dan 2 sesi: Metode-Metode dan Alat-Alat Perencanaan Kelompok, dan Metode-Metode dan Alat-Alat Pencapaian. Banyak dari metode dan alat ini memiliki kemampuan yang saling berseberangan.
Metode dan Alat Perencanaan Kelompok
Bagian ini menggambarkan tentang metode dan alat yng digunakan untuk pembangunan kesadaran kelompok, diagnosa masalah, dan dialog dan partisipasi dalam pengambilan keputusan. Pada umumnya, metode dan alat ini dapat digunakan dari langkah pra perencanaan sampai ke evaluasi dalam proses perencanaan pengembangan yang berkelanjutan.
Brainstorming
Brainstorming adalah alat yang digunakan dalam setting group untuk memunculkan banyak ide. Dalam bentuknya yang lebih sederhana, sesi brainstorming yang terstruktur dapat mengundang peserta untuk memunculkan dan mencatat sebanyak mungkin ide yang berhubungan dengan pertanyaan atau isu tertentu; saling mengembangkan ide orang lain; menrima kritik; dan memproses ide setelah sekumpulan ide telah muncul. Alat ini berguna bila diaplikasikan dalam group untuk memunculkan ide-ide yang berhubungan dengan identifikasi masalah, analisis dan penyelesaian masalah.
Pertemuan Masyarakat
Pertemuan masyarakat ini berbeda dalam jumlah peserta, komposisi, format, dan tujuannya, tetapi pada umumnya mengikuti serangkaian agenda dan difasilitasi atau diketuai oleh orang yang telah ditunjuk bersama. Laporan akan dibuat untuk mencatt bahan-bahan diskusi dan hasilnya. Pertemuan masyarakat seharusnya direncanakan dengan hati-hati, tepat waktu, dan menekankan kenyamanan peserta.
Dengan design dan fasilitasi yang hati-hati, pertemuan dapat mendorong partisipasi yang maksimum, membantu arus informasi dua arah dengan tingkat dialog dan tukar pikiran yang tinggi, dan menciptakan bangunan konsensus diantara aktor-aktor terkait. Pertemuan masyarakat dapat digunakan dalam tahap pra perencanaan sampai pada tahap evaluasi sebagai alat untuk memulai, menetapkan, dan melanggengkan kolaborasi. Secara spesifik, pertemuan-pertemuan dapat menjadi semacam forum bagi bagi masyarakat untuk mendiskusikan isu-isu, mencapai konsensus terhadap isu, mengidentifikasikan masalah, jalan pemecahan, kesempatan, dan ketegangan, kegiatan perencanaan, menegosiasikan konflik, dan mengesahkan interpretasi atas hasil-hasil evaluasi. Pada saat alat-alat beragam seperti pemetaan, penggolongan, dan fokus grup telah digunakan, pertemuan kelompok menjadi tempat penting untuk mendapatkan masukan terhadap analisis.
Field Trips (Kunjungan Lapangan)
Field trip adalah kunjungan yang terorganisir dan teristruksi yang diambil oleh aktor-aktor terkait pada satu atau lebih tempat. Tempat-tempat ini dapat dipilih untuk menggambarkan informasi yang berkaitan dengan isu-isu dan kondisi lokal. Para ahli dapat diundang untuk memberikan interpretasi dan mendiskusikan keadaan daerah tersebut. Field trip adalah alat yang bagus untuk memulai diskusi dan mengembangkan pemahaman umum terhadap suatu masalah. Dokumentasi fotografi terhadap kejadian-kejadian dalam field trip dapat menjadi instrumen untuk diskusi dan monitoring. Bila disertai dengan workshop, diskusi yang lebih mendalam dan analisa masalah dapat dilakukan. Field trip dapat menjadi katalisator untuk identifikasi isu; menyediakan informasi untuk auditing, analisis, dan penentuan prioritas; dan memfasilitasi penentuan target dan perencanaan action.
Kampanye Media
Kampanye media mencakup penggunaan media radio lokal, surat kabar, dan televisi untuk membangkitkan kepedulian masyarakat umum, menyebarkan informasi-informasi khusus, dan mempengaruhi serta merefleksikan pendapat umum. Untuk memilih media kampanye harus memperhatikan bermacam-macam bentuk media di masyarakat, mendapatkan luas cakupan dan kredibilitasnya, dan mengembangkan luas cakupan media sesuai dengan hal yang ingin dicapai.
Beberapa format media memilih debat umum sebagai topik. Contohnya, dalam beberapa kelompok masyarakat program call in radio telah digunakan untuk menampung opini masyarakat dalam kasus-kasus tertentu. Di beberapa daerah, survey televisi menjadi sanagt populer. Meskipun terbatas pada jawaban ya/tidak, survey ini dapat digunakan untuk menjaring opini masyarakat pada masalah-masalah yang ada di kota. Polling televisi dapat diusahakan sebagai bagian dari program berita/informasi. Pemirsa dapat menjawab pertanyaan dengan cara menelepon nomor telepon stasiun televisi tersebut.
Media dapat digunakan untuk membangun kesadaran masyarakat terhadap kelanjutan dan isu-isu daerah, menyebarluaskan informasi yang berhubungan dengan proses perencanaan strategis dan keikutsertaan aktor-aktor terkait, untuk menjaring pendapat umum terhadap tpik-topik tertentu, dan untuk menjadi feedback bagi masayrakat tentang proses perencanaan pengembangan yang berkelajutan.
Open House
Open house dimaksudkan untuk memberikan informasi kepada masyarakat umum dan selanjutnya diminta tanggapannya. Karena biasanya diadakan di pusat kota, open huse memiliki tampilan baik berupa gambar maupun teks yang sesuai, menggambarkan elemen utama dari proposal. Masyarakat diundang untuk hadir, dipersilakan mengajukanpertanyaanpertanyaan, dan tinggal selama mereka suka. Mereka juga diminta untuk memberikan komentar dan saran-saran dan bila memungkinkan mengisi lembaran interview secara tertulis. Metode Open House dapat digunakan untuk menyebarluaskan informasi tentang Local Agenda 21, pengembangan yang berkelanjutan, proses perencanaan, dan rencana aksi yang diusulkan dalamkonteks proses perencanaan pengembangan yang berkelanjutan.
Popular Education
Sejumlah metode dan alat sudah dikembangkan dalam konteks Popular Education diantaranya meliputi teater, seni pahatan, pertunjukan wayang, dan pendongengan cerita. Media-media ini telah berkembang menjadi tradisi masyarakat dimana pendidik dan praktisi pengembangan bekerja. Teknis-teknis popular melibatkan masyarakat dalam identifikasi dan analisis isu-isu, pencarian informasiyang berhubungan dengan isu-isu tersebut, dan pemecahan masalah dan pembuatan keputusan yang berhubungan dengan intervensi-intervensi pengembangan. Philosophy yang mendasari adanya Popular Education adalah adanya ekinginan mencapai kapasitas manusia dalam berparitisipasi dalam keputusan-keputusan dan aksi-aksi yang mempengaruhi kehidupan mereka. Metode dan alat Popular Education beserta tujuan yang mendasarinya harus diperhatikan sebagai sumber pengajaran bagi perencanaan pengembangan yang berkelanjutan.
Dengar Pendapat dengan Masyarakat (Public Hearing)
Public Hearing yang biasanya dilakukan sehubungan dengan kewajiban hukum atau administrasi adalah terstruktur dan membutuhkan catatan masyarakat. Tujuan utama dari Public Hearing adalah memberikan kesempatan masyarakat untuk mengungkapkan pendapat atau pandangan tentang usulan khusus sebelum diadopsi dan diimplementasikan. Dengar pendapat ini memungkinkan masyarakat untuk menantang atau mendukung usulan dari lembaga masyarakat.
Public Hearing berguna untuk penyebarluasan informasi kepada banyak aktor terkait dalam tenggang waktu yang pendek dan dapat menciptakan kesempatan bagi debat masyarakat. Meskipun begitu, partisipasi yang lebih sempit dapat terjadi dalam forum masyarakat yang lebih besar bila Public Haring tersebut tidak memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk ikut serta dalam diskusi dan bangunan konsensus. Mengacu pada aturan politik dan budaya, masyarakat dapat juga merasa terbatasi dalam menyuarakan perhatian mereka yang sebenarnya dalam forum-forum tersebut. Forum masyarakat sering menjadi debat masyarakat padahal hanya bebrapa yang mengunkapkan pendapat. Dalam konteks perencanaan yang berkelanjutan, public hearing dapat menjadi mekanisme yang berguna sebagai presentasi hasil-hasil proses perencanaan-aksi atau setting prioritas masyarakat kepada masyarakat secara resmi.
Alam banyak kasus, perhatian masyarakat dibutuhkan dalam Public Hearing. Hal ini dapat dilakukan melalui media dan/atau kelompok-kelompok masyarakat. Proposal resmi seharusnya disediakan dengan baik bagi masyarakat sebelum diadakan Public Hearing terdapat kesempatan bagi masyarakat untuk melihat ulang proposal dengan teliti. Seringkali, pertemuan-pertemuan sebelum Public Haring diadakan untuk meperkenalkan usulan kepada masyarakat. Masyarakat seharusnya diberitahu bahwa baik pernyataan lisan dan tertulis dapat diterima.
Pertemuan-Pertemuan Masyarakat Umum
Pertemuan Masyarakat berbeda dengan Public Hearing karena diadakan tidak untuk memenuhi kewajiban hukum dan administrasi. Selain itu, pertemuan masyarakat biasanya kurang terstruktur dan kurang formal. Pertemuan masyarakat mungkin disdakan oleh suatu lembaga masyarakat dengan tujuan mengikutsertakan masyarakat dalam proses pengambilan satu atau lebih keputusan. Pertemuan ini dapat digunakan untuk menyebarluaskan informasi; menjamin informasi; menjamin tanggapan terhadap ususlan khusus; atau menghadirkan suatu konsesus pada ususlan-usulan khusus. . Di beberapa masyarakat, terdapat tradisi pertemuan-pertemuan kota yang sudah berjalan lama dimana masyarakat dapat mengungkapkan pandangannya dan ikut membuat keputusan. Tradisi-tradisi tersebut seharusnya dipertimbangkan dalam perencanaan.
Permainan Peran
Permainan peran adalah alat yang memungkinkan orang secara kreatif memindahkan peran kesehariannya dengan peran lain sehingga mereka dapat mengerti pilihan-pilihan yang ada dan keputusan yang diambil oleh orang lain yang memiliki tanggung jawab yang berbeda. Peserta diajak untuk memerankan suatu peran dan bertindak dalam situasi tertentu. Permainan peran dapat bertingkat dari latihan yang singkat dan sederhana sampai pada yang lebih rumit. Hal ini sangat membantu dalam membangun tim maupun dalam analisis masalah dan diskusi bila terjadi intervensi-intervensi.
Konferensi-Konferensi Pencarian (Search Conferences)
Suatu konferensi pencarian adalah konferensi perencanaan selama dua atau tiga hari yang didesign untuk mengikutsertakan aktor-aktor terkait dalam perencanaan dan pengaturan masa depan. Konferensi ini memerlukan bangunan konsensus tentang visi masa depan sebagai basis perencanaan didalam maupun diantara semua sektor. Kemungkinan dan trends di masa depan menjadi fokus dari perencanaan aksi yang berikutnya daripada masalah atau resiko sekarang. Elemen metodologi dari konferensi pencarian ini adalah:
• Sebuah review dari trends dulu dan sekarang : ini dapat dikerjakan dengan adanya catatan dari seorang ahli yang disiapkan sebelum konferensi tentang masalah-masalah dari berbagai macam sektor diadakan;
• Sebuah analisis tentang kekuatan-kekuatan eksternal dan internal: kelompok multi-sektoral bersidang di konferensi untuk mereview dan mendiskusikan catatan tersebut, dan untuk menganalisa sistem dan trends yang sedang dijalankan dengan tujuan mencpai konsensus terhadap situasi sekarang dan prediksi di masa datang, jika trends yang berjalan sekarang masih terus terjadi;
• Penciptaan Visi Masa Depan: berdasarkan pemahaman umum tentang masa depan, kelompok secara bersama menciptakan visi pilihan masa depan. Ini dapat menjadi dasar perencanaan; dan
• Sebuah Rencana Aksi: kelompok mempunyai komitment terhadap aksi yang akan mendukung tercapainya keadaan yang diinginkan di masa depan.
Dalam konteks perencanaan pengembangan yang berkelanjutan, konferensi pencarian merupakan forum yang efektif dalam mengikutsertakan aktor-aktor terkait di seluruh bagian kota dalam proses penggalangan informasi dengan taksiran yang partisipatif dan teknis. Taksiran informasi dapat digunakan untuk memprediksi trends, menciptakan visi masa depan, membangun konsensus dan komitmen terhadap kesatuan strategi aksi. Strategi-strategi ini dapat dikembangkan lebih lanjut menjadi rencana yang detail dalam fase sesudah konferensi oleh kelompok kerja aktor-aktor terkait yagn dibentuk selama konferensi.
Pembangunan Visi
Pembangunan visi adalah latihan membangun konsensus diantara aktor terkait. Dalam kerangka keberlanjutan, pembangunan visi ini meliputi pengembangan visi bersama di masa depan dimana tujuan sosial, lingkungan dan ekonomi diintegrasikan. Visi ini akan mencerminkan kesatuan nilai dan prinsip dan akan menjadi target untuk memandu aksi ke arah masa depan yang berkelanjutan. Membuat visi adalah langkah awal yang penting dalam tahap-tahap formatif membangun partnership dan dalam menentukan scope latihan perencanaan.
Lokakarya (Workshop)
Lokakarya biasanya berupa pertemuan terbatas yang didesign untuk aktor terkait tidak hanya untuk mendiskusikan topik, tetapi sebenarnya berupa performance dari tugas-tugas yang ditetapkan yang seringkali hasilnya berupa pemahaman yang lebih baik tentang suatu topik atau penciptaan suatu produk. Design suatu lokakarya mempertimbangkan beberapa hal diantaranya: outcome, sumber informasi yang diharapkan peserta, aktivitas yang menuju pada terealisasikannya outcome, alat dan sumber daya yang dibutuhkan untuk menjalankan aktivitas ini, dan mekanisme evaluasi hasil akhir.
Lokakarya dapat dipakai dari tahap pra-perencanaan sampai pada tahap evaluasi dalam proses perencanaan pengembangan yang berkelanjutan. Sebagai contoh, dalam hubungannya dengan aktor terkait, lokakarya dapat dipakai untuk:
• Mensosialisasikan prinsip-prinsip dan praktek –praktek agenda 21
• Mendefinisikan isu dan masalah–masalah yang ada kemudian merankingnya
• Mereview hasil laporan penilaian akhir
• Mengembangkan cara pemecahan masalah dan rencana kerja
• Mengambangkan kriteria dan mekanisme monitoring dan evaluasi
Alat dan Metode Penilaian
Sesi ini menggambarkan metode dan alat dengan lebih spesifik, tetapi tidak eksklusif terhadap proses penilaian.
Studi Kasus di Masyarakat
Studi ini merupakan kumpulan gambaran dan analisis terhadap komunitas dan masalah-masalahnya. Hal ini didokumentasikan dalam bahasa setempat atau lewat media (gambar, cerita, drama, audio visual, dsb). Studi kasus dapat digunakan juga untuk mendorong penyadaran dan diskusi diantara anggota masyarakat, untuk mengumpulkan informasi dasar untuk penilaian.
Penilaian Lingkungan Masyarakat
Alat ini dapat digunakan untuk mengikutsertakan aktor terkait dalam mengumpulkan informasi dan menganalisa dampak sosial dan lingkungan dari aktivitas yang direncanakan sehingga dapat diprediksi sedini mungkin efek positif dan negatif dari aktivitas tersebut. Alat ini didesign untuk observasi kelompok dan pertimbangan nilai. Penting tidaknya impact ditemtukan oleh masayrakat dan diberi score, seperti score lingkungan dan score sosial. Score ini sendiri tidak penting tetapi perbandingan angka ini dapat dipakai untuk mengindikasikan tingkat kepentingan faktor-faktor yang perlu dimonitor. Alat ini dapat digunakan untuk memfasilitasi prioritas setting dan juga megnidentifikasi indikator-indikator untuk monitoring dan evaluasi.
Interview dengan Masyarakat
Interview dengan masyarakat merupakan alat yang sudah terstruktur yang dapat digunakan untuk meneliti perhatian, kebutuhan, dan aksi masyarakat. Semua anggota masyarakat diundang dalam suatu pertemuan dan pertanyaan-pertanyaan yang sudah disusun sebelumnya bisa dilontarkan (biasanya tidak lebih dari 15 pertanyaan). Pertanyaan-pertanyaan ini membantu dalam mengumpulkan informasi yang sistematik dan comparable serta dapat membantu menarahkan duskusi. Karena jumlah pesertanya besar, diskusi antar peserta dilarang sehingga kecil adanya kesempatan untuk membangun konsensus bersama. Alat ini berguna untuk mengumpulkan informasi awal atas perspektif masyarakat atau untuk mengumpulkan masukan dari masyarakat atas aksi dan strategi yang ditawarkan.
Penilaian Resiko Komparatif
Penilaian resiko komparatif adalah metode sistematis untuk memberikan ranking dan prioritas terhadap masalah-masalah lingkungan yang mengancam ekologi, kesehatan dan kualitas hidup manusia. Proyek ini mengidentifikasi seputar masalah lingkungan, menganalisa, dan menyusunnya menurut urutan resikonya. Metode ini biasanya memasukkan komponen laporan teknis dan umumuntuk menjamin keseimbangan antara informasi ilmiah dan sosial ekonomi dengan nilai-nilai umum. Perencanaan strategis yang berbasis pada resiko komparatif mengintegrasikan isu-isu manajemen, seperti harga, kemungkinan politis, dan kemudahan dalam implementasi dengan perhatian masyarakat, kelompok lingkungan, industri, dan lembaga-lembaga pemerintah.
Keseimbangan Lingkungan
Pendekatan ini menggunakan metode yang meniru ekosistem alami dan proses industri untuk dapat menetapkan suatu model nyata dari persediaan, aliran, dan keseimbangan energi dan bahan-bahan yang terdapat dalam ekosistem. Metode keseimbangan lingkungan telah digunakan untuk menganalisa energi, air, drainase, pertukaran gizi, aliran transportasi, dan sistem-sistem yang berhubungan dengan daerah perkotaan di berbagai kota besar di dunia. Di tahun-tahun belakangan ini, metode ini dikembangkan oleh perencana kota dan manajer-manajer di bidang sumber daya alam di Eropa Utara.
Metode keseimbangan lingkungan berfokus pada dinamika bio-physical dari suatu sistem dan melupakan impact dinamika sosial, politik, dan ekonomi terhadap keadaan biophysical. Hal ini sering memberi kesulitan dalam mengaplikasikan hasil-hasil di dalam konteks perencanaan praktis. Selanjutnya, metode ini tidak memuat hal-hal penting dalam dinamika sistem sehari-hari karena menggunakan metode “top-down”. Meskipun begitu, mendekatan ini dapat memberikan analisa kota yang akurat dan memuaskan sedangkan data dan pemahaman tentang metode ini dapat dijadikan analisis sistem yang lebih luas oleh kelompok-kelompok peneliti biasa.
Catatan Kaki Ekologi
Analisa catatan kaki ekologi merupakan alat perhitungan yang memungkinkan perkiraan konsumsi sumber daya dan tuntutan assimilasi limbah dari populasi manusia tertentu atau ekonomi yang sesuai dengan produktivitas area tanah. Ini memperhitungkan aliran energi dan substansi-substansi dari dan kepada ekonomi tertentu dan mengubahnya sesuai dengan area tanah/air yang dibutuhkan dari alam untuk mendukung aliran ini. Alat ini mengukur sumberdaya yang dibutuhkan untuk mendukung kebutuhan rumah tangga, masyarakat, wilayah, dan negara serta mengubah konsep-konsep yang kompleks dari kapasitas dan penggunaan sumber daya, kelangsungan hidup, dan pembuangan limbah menjadi suatu bentuk informasi matematis dan grafik. Alat ini mengandung unsur pendidikan dan analitik. Alat ini tidak hanya mempertimbangkan kelangsungan aktivitas hidup manusia tetapi juga merupakan alat yang efektif untuk membangun kesadaran publik serta membantu dalam pembuatan keputusan.
Audit Lingkungan
Audit lingkungan mengikutsertakan pengumpulan informasi sistematik tentang lingkungan dan fasilitas atau menggali untuk memverifikasi apakah hal ini sesuai dengan kriteria audit tertentu. Kriteria ini mungkin didasarkan pada standar lingkungan lokal, nasional atau internasional, hukum dan peraturan pemerintah, ijin dan konsesi, spesifikasi sistem manajemen internl, standar hukum, atau garis-garis besar organisasi. Audit lingkungan memberikan gambaran dari situasi lingkungan dalam waktu tertentu. Audit ini tidak berusaha untuk memprediksi dampak potensial dari kegiatan yang direncanakan. Terdapat berbagai macam audit lingkugnan yang mungkin berbeda dalam skope dan tujuan studi.
Suatu audit lingkungan membangun suatu informasi lingkungan yang dapat dipercaya dan dpat menilai resiko dari pabrik-pabrik yang ada terhadap lingkungan, dampak negatif terhadap lingkungan, dan tingkat kepatuhannya terhadap hukum dan standar lingkungan hidup. Dalam konteks perencanaan, audit lingkungan menjadi sumber informasi untuk menilai implementasi proyek bila dihadapkan dengan syarat-syarat penilaian lingkungan. Audit ini dapt juga menjadi sumber informasi dasar.
Penilaian Dampak Lingkungan dan Sosial
Metode yang paling umum dan analitik yang digunakan sekarang untuk audit adalah Penilaian Dampak Lingkungan (EIA) dan Penilaian Dampak Sosial (SIA). Kedua metode ini telah digunakan secara internasional dalam tahun-tahun belakangan ini dan didukung oleh jaringan pelatihan, akademik dan peneliti yang luas. EIA dan SIA menggunakan metode yang luas yang disesuaikan dengan penilaian yang diinginkan.
EIA dan SIA menggunakan data di masa lampau dan masa kini untuk memprediksi dampak dari pelaksanaan yang direncanakan (di masa datang). Alat-alat khusus telah dikembangkan untuk mengidentifikasi hubungan antara aktivitas yang diusulkan dengan komponen-komponen alam dan lingkungan sosial yang mungkin terpengaruhi. Teknik dan alat-alat yang lain juga tersedia untuk memprediksi dan melihat kualitas dari dampak yang ditimbulkan. Metode ditetapkan untuk mengevaluasi pentingnya dampak yang mungkin terjadi termasuk diantaranya teknik dan penilaian resiko. Pada akhirnya, EIA dan SIA mengusulkan cara untuk mengurangi, menghindari, memberi kompendasi, dan memonitor dampak.
Teknik-teknik EIA dan SIA sangat efektif untuk penilaian berdasarkan proyek. Meskipun begitu, penggunaan EIA dan SIA yang didukung oleh proposal pengembangan yang spesifik mempunyai tendensi reaktif dan tidak memberikan pandangan tentang trend keseluruhan yang dihasilkan dari impact kumulatif keputusan pengembangan individual sehingga menghambat kesempatan bagi pemberian pelayanan ang berkelanjutan. Untuk menghindari kesalahan ini, eksperimen-eksperimen baru dilakukan sehingga “penilaian efek kumulatif” dapat dilakukan. Meskipun begitu, metodologi pelaksanaan penilaian efek kumulatif ini belum dibuat jelas.
Kelompok Sasaran
Secara umum kelompok sasaran dilaksanakan dalam kelompok-kelompok kecil yang terdiri dari 4-12 anggota yang mewakili komunitas tertentu dan kepentingannya. Dalam sesi yang difasilitasi, yang biasanya berjalan antara 2 jam sampai 2 hari, peserta diberi presentasi tentang ide atau usulan dan setelahnya fasilitator yang profesional menarik kesimpulan atas reaksi peserta. Tujuan fasilitasi ini adalah memperjelas nilai-nilai, perasaan, perhatian, dan pemahaman dari kelompok tersebut. Dilihat dari sejarahnya, kelompok sasaran telah digunakan oleh partai politik dan kaum bisnis untuk mengembangkan strategi pemasaran. Meskipun begitu, kelompok sasaran semakin meningkat digunakan oleh sosioligist dan pelaksana pembangunan untuk mendapatkan informasi yang kualitatif dan bukannya statistik. Kelompok sasaran dapat digunakan untuk menjelaskan ide awal dan menyediakan informasi yang dapat digunakan dalam kegiatan konsultasi lainnya. Fasilitator yang sudah terlatih baik dapat membantu dalam pembuatan proses yang digunakan oleh kelompok sasaran, termasuk diantaranya pemilihan sample kelompok dan fasilitasi sesi-sesi.
Dalam konteks perencanaan pengembangan yang berkelanjutan, pertemuan kelompok sasaran menjadi alat yang berguna untuk mengumpulkan informasi tentang pandangan yang mendalam dari isu-isu dan prioritas yang ada di komunitas dan untuk mendapatkan masukan tentang proposal aksi.
Analisa Kekuatan di Lapangan
Analisa ini merupakan latihan yang terstruktur dan difasilitasi sehingga [eserta dapat mengidentifikasi kekuatan-kekuatan yang merintangi dan mendorong yang mempengaruhi pelaksanaan, menilai setiap kekuatan, dan merencanakan tindakan alternatifuntuk mengatasi maupun mendorong kekuatan-kekuatan tersebut. Analisa kekuatan di lapangan ini berguna untuk mencapai suatu pemahaman bersama tentang setiap kesempatan dan hambatan yang dapat mempengaruhi tujuan yang diharapkan. Hal ini akan membantu aktor terkait dalam menentukan strategi aksi yang paling efektif dan membuat prioritas diantara opsi-opsi yang ada. Dalam konteks perencanaan pengembangan yang berkelanjutan, analisa kekuatan di lapangan dapat digunakan untuk memfasilitasi pemilihan strategi-strategi aksi tertentu yang paling memungkinkan untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Untuk prosedur yang lebih detail, lihat bab 4.
Sistem Informasi Geografis (GIS)
GIS adalah sistem data dengan menggunakan komputer yang memudahkan dalam penyimpanan, pencarian keterangan, pemanipulasian, transformasi, perbandingan, dan display data grafik. GIS dibuat khusus untuk display data yang berhubungan. Sistem ini biasanya diterapkan dengan menggunakan data-data yang sudah ada seperti catatan-catatan dan program-program monitoring terdahulu. Untuk memberikan gambaran luas mengenai kondisi geografis tertentu, sering diperlukan pengumpulan data yang lebih intensif. Pembuatan dan pemeliharaan sistem GIS tergolong mahal karena faktor waktu yang digunakan untuk mengumpulkan, mengesahkan, dan menghubungkan berbagai kumpulan data, dan memasukkan data ke dalam sistem komputer. Meskipun begitu, bila sistem ini sudah dibentuk, sistem ini dapat menjadi sumber data yang yang sangat berguna karena dapat digunakan dan dimanipulasikan baik oleh orang yang sudah ahli maupun tidak. DI beberapa kotamadya, sistem GIS telah digunakan untuk memonitor situasi lingkungan.
Pemetaan
Pemetaan komunitas adalah alat pengumpulan informasi dasar dan analitis yang mengikutsertakan masyarakat dalam pembentukan ilustrasi tentang keadaan masyarakat. Pemetaan masyarakat dibentuk melalui observasi dan pengetahuan tentang keadaan lokal serta menyediakan sumber alternatif informasi untuk mendapatkan data teknis. Selama melakukan pemetaan, peserta diminta untuk menggambarkan baik secara individu atau kelompok tentang masyarakat atau aspek dalam masyarakat yang dianggap penting. Pembentukan dan analisa pemetaan dipandu oleh fasilitator yang sudah memiliki gambar dari masyarakat yang sudah dilengkapi dengan nama-nama tempat, aktivitas, isu-isu. Fasilitator dapat membantu analisa dengan memberi pertanyaan tentang hubungan antara aktivitas dan isu. Teknis pembentukan peta mesti dihubungkan dengan persepsi masyarakat lokal dan media yang ada (misalnya menggambar di atas pasir daripada menggambar dengan pena di atas kertas). Gambar-gambar juga dapat digunakan untuk membuat peta.
Pemetaan merupakan titik awal yang baik bagi aktor-aktor terkait untuk memulai diskusi mengenai masalah-masalah masyarakat serta pemecahannya. Pemetaan telah digunakan untuk memahami bagaimana orang mengamati dan menghubungkan diri dengan masyarakat. Proses pemetaan kadang-kadang menghasilkan penemuan informasi baru oleh orang di luar komunitas.
Proses pemetaan telah digunakan oleh desa-desa di Inggris untuk mendorong penduduk lokal bekerjasama mengidentifikasi penilaian mereka terhadap komunitas dan lingkungannya. Hal ini memperbesar kesadaran atas lingkungan dan keinginan untuk merawatnya. Mereka dapat menemukan kembali kekayaan yang ada di lingkungannya dan diingatkan kembali akan kegunaannya.
Di dalam proses perencanaan pengembangan yang berkelanjutan, pemetaan mejadi alat yang penting untuk mengidentifikasi, menganalisa, dan mencari pemecahan atas isu-isu yang berkembang di masyarakat. Hasil pemetaan yang sama dapat digunakan kemudian oleh masyarakat untuk memonitor perubahan-perubahan yang terjadi apda hal-hal yang ada hubungannya dengan proyek.
Penilaian Jaringan
Penilaian Jaringan merupakan pendekatan teknis dimana metode penilaian dijalankan oleh kelompok-kelompok atau orang-orang yang memiliki minat tertentu dan pengetahuan sehari-hari tentang komponen-komponen isu dan sistem yang dipelajari. Keikutsertaan aktor kunci memungkinkan identifikasi dan diskusi dinamika sistem yang lebih maksimal.
CErita Lisan
Alat ini merupakan teknik participatory yang dapat digunakan untuk membagikan informasi selama dilakukan analisa terhadap isu-isu lokal. Cerita ini dapat memberikan informasi akan waktu, alasan, dan bagaimana problem muncul. Catatan sejarah ini dapat dibandingkan dengan keadaan masyarakat sekarang ini untuk memunculkan suatu analisis yang berhubungan dengan trend dan problem struktural. Keduanya dapat digunakan sebagai bahan pengajaran untuk menginformasikan kepada penduduk akan sejarah perubahan dan perkembangan yang terjadi di komunitas mereka.
Laporan Monitoring Periodik
Program monitoring merupakan elemen umum dilakukan di wilayah kotamadya, seperti dari monitoring kesehatan masyarakat, membangun kesepakatan bersama, penggunaan alat transportasi, kualitas air dan udara, tingkat kebisingan kota, tingkat kontaminasi tanah, tingkat kejahatan, dsb. Sistem untuk monitoring biasanya dibuat untuk mengumpulkan data spesifik secara periodik, berdasarkan standar yang sudah didefinisikan ulang untuk mengikuti perkembangan. Pemilihan data sering dihubungkan dengan peraturan yang berlaku atau standar profesional. Dalam hal ini, data digunakan sehingga terdapat persamaan antara
Sunday, November 1, 2009
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
How to buy and sell titanium 3D glasses?
ReplyDeleteAt best titanium flat iron TI, is titanium expensive we have a variety of glasses which we sell each year. The titanium jewelry first is the Astro-16, titanium wallet a full-size 2D glasses manufactured for joico titanium a full-size